Pada awalnya,
dakwah merupakan sebuah jurusan pada Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung
Djati Bandung sejak 28 Mei 1968. Hingga dasawarsa 1990-an, Jurusan Dakwah
merupakan jurusan favorit yang menarik mahasiswa bahkan dari luar negeri,
khususnya Malaysia, Korea dan Thailand. Pada tahun 1993, surat keputusan
Menteri Agama (KMA) Nomor 393 tahun 1993, menetapkan Fakultas Dakwah sebagai
Fakultas mandiri dilingkungan IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada awal
berdirinya, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung membuka dua
jurusan, yakni jurusan komunikasi dan penyiaran Islam (KPI) dan jurusan
Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Pada tahun 1995, dibuka jurusan baru,
yakni jurusan Manajemen Dakwah (MD) dan jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
Pada tahun 1998, Fakultas Dakwah membuka
jurusan Ilmu Jurnalistik dan Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat sebagai bagian dari program wider mandate.
jurusan Ilmu Jurnalistik dan Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat sebagai bagian dari program wider mandate.
Kini,
sejalan dengan perubahan IAIN menjadi UIN, nama Fakultas Dakwah berubah menjadi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi sejak 2005. Perubahan nama ini pada hakikatnya
sejiwa dengan semangat Fakultas Dakwah sendiri yang memang sejak lama
mengembangkan studi-studi interdisipliner dan bahkan multi-disipliner pada
bidang dakwah dan komunikasi. Dialktika antara disiplin KPI-Komunikasi,
BPI-Psikologi, MD-Manajemen, dan PMI-Sosiologi-antropologi juga telah berjalan
sejak awal kiprah pengembangan ilmu dakwah. Maka, sudah menjadi watak Fakultas
Dakwah dan Komunikasi untuk tidak menganut dikhotomi ilmu agama-ilmu umum dan
justru memandang ilmu-ilmu tersebut sebagai suatu entitas yang integrated dan integral. Dengan jalan
ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi mencoba mencetak sarjana Dakwah dan
Komunikasi yang beriman, modern dan bersaing.
Tujuan
a.
Mendidik calon cendikiawan muslim (ulul albab) yang beraqidah Islam,
berfikrah Islam, dan berakhlak mulia yang meiliki keahlian dan keterampilan
dalam dakwah Islam dan komunikasi serta berguna bagi dirinya, keluarga,
masyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pancasila.
b. Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang dakwah dan
komunikasi dengan kualifikasi sebagai berikut:
1.
Berprilaku terpuji serta mempunyai kesadaran
bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.
2.
Bersikap terbuka dan tanggap terhadap perubahan
dan kemajuan ilmu dan teknologi dan masalah-masalah kemasyarakatan, khususnya
dalam bidang dakwah dan komunikasi.
3.
Menguasai dasar-dasar metodologi ilmiah
sehhingga mampu mengembangkan ilmu dakwah dan komunikasi serta bertindak
sebagai sarjana.
4.
Memiliki keahlian dasar dalam memahami,
mejelaskan, dan memecahkan ilmu dakwah dan ilmu komunikasi.
5.
Memahami asas-asas pengelolaan dan mampu
memangku jabatan-jabatan seseuai dengan keahlian dakwah dan komunikasi dalam
kegiatan produktif dan pelayanan masyarakat.
Wilayah Studi dan Profesional
Fakultas
Dakwah dan Komunikasi memusatkan perhatian pada kajian-kajian akademik dan professional
bidang dakwah dan komunikasi. Untuk bidang dakwah, kajian meliputi dakwah bi al-qawl dan dakwah bi al-‘amal. Dakwah bi al-qawl mencakup komunikasi-penyiaran
Islam (tabligh) dan bimbingan-penyuluhan Islam (irsyad), sementara dakwah bi al-‘amal mencakup manajemen dakwah (tadbir)
dan pengembangan masyarakat Islam (tathwir). Sedangkan untuk bidang komunikasi,
kajian meliputi jurnalistik dan pubic
relations dalam rangka menyiapkan tenaga professional dalam bidang media
massa dan hubungan masyarakat.
Saat ini ada 6 Jurusan/Program
Studi yang dikelola oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi, yaitu :
1.
Bimbingan Konseling Islam
2.
Komunikasi dan Penyiaran Islam
3.
Manajemen Dakwah
4.
Pengembangan Masyarakat Islam
5.
Ilmu Komunikasi Jurnalistik
6.
Ilmu Komunikasi Humas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar