Jumat, 20 November 2015

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

                Pada awalnya, dakwah merupakan sebuah jurusan pada Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak 28 Mei 1968. Hingga dasawarsa 1990-an, Jurusan Dakwah merupakan jurusan favorit yang menarik mahasiswa bahkan dari luar negeri, khususnya Malaysia, Korea dan Thailand. Pada tahun 1993, surat keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 393 tahun 1993, menetapkan Fakultas Dakwah sebagai Fakultas mandiri dilingkungan IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada awal berdirinya, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung membuka dua jurusan, yakni jurusan komunikasi dan penyiaran Islam (KPI) dan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Pada tahun 1995, dibuka jurusan baru, yakni jurusan Manajemen Dakwah (MD) dan jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Pada tahun 1998, Fakultas Dakwah membuka
jurusan Ilmu Jurnalistik dan Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat sebagai bagian dari program wider mandate.
                Kini, sejalan dengan perubahan IAIN menjadi UIN, nama Fakultas Dakwah berubah menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi sejak 2005. Perubahan nama ini pada hakikatnya sejiwa dengan semangat Fakultas Dakwah sendiri yang memang sejak lama mengembangkan studi-studi interdisipliner dan bahkan multi-disipliner pada bidang dakwah dan komunikasi. Dialktika antara disiplin KPI-Komunikasi, BPI-Psikologi, MD-Manajemen, dan PMI-Sosiologi-antropologi juga telah berjalan sejak awal kiprah pengembangan ilmu dakwah. Maka, sudah menjadi watak Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk tidak menganut dikhotomi ilmu agama-ilmu umum dan justru memandang ilmu-ilmu tersebut sebagai suatu entitas yang integrated dan integral. Dengan jalan ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi mencoba mencetak sarjana Dakwah dan Komunikasi yang beriman, modern dan bersaing.

Tujuan
     a.       Mendidik calon cendikiawan muslim (ulul albab) yang beraqidah Islam, berfikrah Islam, dan              berakhlak mulia yang meiliki keahlian dan keterampilan dalam dakwah Islam dan komunikasi serta      berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pancasila.
     b.     Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang dakwah dan komunikasi dengan kualifikasi sebagai                  berikut:
1.       Berprilaku terpuji serta mempunyai kesadaran bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.
2.       Bersikap terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi dan  masalah-masalah kemasyarakatan, khususnya dalam bidang dakwah dan komunikasi.
3.       Menguasai dasar-dasar metodologi ilmiah sehhingga mampu mengembangkan ilmu dakwah dan komunikasi serta bertindak sebagai sarjana.
4.       Memiliki keahlian dasar dalam memahami, mejelaskan, dan memecahkan ilmu dakwah dan ilmu komunikasi.
5.       Memahami asas-asas pengelolaan dan mampu memangku jabatan-jabatan seseuai dengan keahlian dakwah dan komunikasi dalam kegiatan produktif dan pelayanan masyarakat.

Wilayah Studi dan Profesional
                Fakultas Dakwah dan Komunikasi memusatkan perhatian pada kajian-kajian akademik dan professional bidang dakwah dan komunikasi. Untuk bidang dakwah, kajian meliputi dakwah bi al-qawl dan dakwah bi al-‘amal. Dakwah bi al-qawl mencakup komunikasi-penyiaran Islam (tabligh) dan bimbingan-penyuluhan Islam (irsyad), sementara dakwah bi al-‘amal mencakup manajemen dakwah (tadbir) dan pengembangan masyarakat Islam (tathwir). Sedangkan untuk bidang komunikasi, kajian meliputi jurnalistik dan pubic relations dalam rangka menyiapkan tenaga professional dalam bidang media massa dan hubungan masyarakat.

Saat ini ada 6 Jurusan/Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi, yaitu :
1.       Bimbingan Konseling Islam
2.       Komunikasi dan Penyiaran Islam
3.       Manajemen Dakwah
4.       Pengembangan Masyarakat Islam
5.       Ilmu Komunikasi Jurnalistik
6.       Ilmu Komunikasi Humas

Kutipan : Panduan UIN SGD Bandung 2015


Sponsor :
Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Hosting Unlimited Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PayTren Ustadz Yusuf Mansur

Peluang Bisnis PayTren